0

The “Indonesian’s” English

Hi, guys!

in this post, I use English for presenting something that I want to write about.

It’s about the use of English in my course.

I don’t want to say the name of the course, it’s international.

I join an English course in my town, Jember, Indonesia. I really enjoy being in the part of the class. My friends are welcoming me nicely, and they always make me laugh over and over.

My course teaches us about the right grammar, like how to use “it”, how to use simple tense, or many other tenses. Yeah, and we are pretty good in grammar.

As a dual-language user, sometimes, I can be a translator in my original language and English. And you know, Bahasa Indonesia (Indonesian’s language) is a kind of language which uses alphabet as its written form. So, it’s almost as same as English. But not like Arabic, we can know the meaning in Bahasa Indonesia clearly because there is no swapping words. So, the arrangement of the words is just the way it is. We only have to translate word by word. While in English, the is a rule for “swapping words”.

For example :

Bahasa Indonesia : Celana merah (red pants)

                                Celana = pants, merah = red. It is swapped right?

and vice versa  : Rich man, in Bahasa Indonesia is “Orang Kaya”

                             Rich = kaya, man = orang.

Besides, the are many other rules in English, just like Japanese. Giving a “to be” is one of the rules. While in Indonesia, the are no “to be”.

For example : She is beautiful

                       in Bahasa Indonesia is, “Dia Cantik” (She = Dia, beautiful = cantik)

                       the “is” cannot be translated in Bahasa Indonesia.

just a few things about my language 🙂 for adding your knowledge 😀

here are words in my class which are classified as “Indonesian’s English” (translating word by word, without thinking the whole meaning of the sentence) :

– Malu-malu kucing = Shy shy cat

  which means shy ( I don’t know why there’s a cat/kucing)

– Pupuk bawang = Fertilizer onion

  which means too young to join the game

– Kemeja = to table (this one is so worrying -_-)

  which means shirt

 

You copy copy me” = “Kamu ikut-ikut aku”

Maybe the one who will laugh are the Indonesian’s reader, for those who are not, you will think that my post don’t have it’s point unless you have studied Bahasa Indonesia hardly.

That’s why, go see my country and explore some unique things in it!

Terima kasih 🙂

Salam,

Penulis 😀

 

 

 

0

Kini aku sadar, bahwa aku adalah manusia Indonesia

Ada saat ketika aku membencimu

Ada saat ketika aku mengumpat mengapa aku harus terlahir sebagai seorang Indonesia

Terkadang aku teramat kesal ketika melihat pemain sepak bolamu yang seolah tak peduli akan gawangnya.

Terkadang aku merasa malu ketika aku berkata, “Aku berasal dari Indonesia”

Berharap aku terlahir sebagai orang Inggris, yang dijuluki Matahari yang Tak Pernah Tenggelam

Berharap aku terlahir sebagai orang Amerika, yang menguasai teknologi dan segalanya di dunia

Berharap aku terlahir sebagai gadis pirang bermata biru dan berkulit putih kemerahan

Telingaku makin panas mendengar cacian orang-orangmu sendiri

Mereka hanya bicara, namun tak mau bertindak

Mereka hanya menyalahkan, namun tak mau disalahkan

Mereka tak mau menyadari, bahwa kejayaanmu bergantung kepada mereka

Dan aku termasuk dalam mereka

Aku sedih mengapa aku terlahir di sebuah negara di mana rakyatnya hanya bisa memaki dan pasrah

Hanya sedikit dari mereka yang mau tetap mempercayai saat

Ketika kau akan bangkit

Tapi lama-kelamaan kepercayaan itu akan luntur

Kepercayaan itu dilunturkan oleh kelompok manusia yang egois

Mereka pikir mereka yang paling benar

Membunuh seakan mereka tahu segalanya

Membunuh seakan mereka yang paling benar

Aku benci orang seperti itu

Kau tahu, aku menangis

Aku menangis dalam mimpi

Aku menangis dalam pelukan selimut

Aneh rasanya

Sebagai seseorang yang membencimu,

Mengapa aku harus menangisimu?

Mengapa aku tidak pergi dan berganti kewarganegaraan menjadi Belanda atau Jerman?

Aku tak bisa.

Aku tak sanggup untuk melakukan semua itu.

Seandainya rakyatmu sadar, bahwa kau terlalu indah untuk ditinggalkan

Kau terlalu banyak menyimpan memori yang sangat berharga

Aku adalah seorang gadis berambut hitam legam.

Berkulit sawo matang, bermata gelap.

Garuda, hei, Garuda, BANGUNLAH DARI TIDURMU!

Serukan kepada mereka, tentang pahlawan yang bersusah payah memeliharamu dalam penindasan.

Garuda, serukan kepada mereka sila ketiga

Jika perlu, ikat mereka semua menjadi satu seperti pohon beringin yang tumbuh di dadamu

Garuda, serukan kepada mereka sila pertama

Jika perlu, silaukan mereka dengan cahaya bintang yang menghiasi dadamu

Garuda, serukan kepada mereka sila kedua

Jika perlu, seruduklah mereka dengan banteng yang tinggal di dadamu

Garuda, serukan sila keempat dan kelima

Bagikan kepada mereka padi dan kapas yang sudah dirantai erat-erat

Buatlah kami sadar.

Keluarkan darah kami, dan tulang kami.

Satukan menjadi warna merah putih

Aku adalah gadis bodoh yang terlambat memahami semua ini

Tuhan menurunkan kita semua di bumi Nusantara karena Dia yakin

Bahwa kita bisa membuat Indonesia mampu menaklukan dunia

Biarpun kami pendek

Biarpun kami cokelat

Biarpun mata kami tak indah

Biarpun kami bodoh

Jangan pernah meremehkan semangat kami.

Jangan pernah meremehkan Burung Garuda kami.

Darah pejuang mengalir deras di setiap pembuluh vena dan arteri kami.

Suatu saat, kami akan berseru, untuk kedua kalinya

“INDONESIA MERDEKA”

Diiringi kepakan sayap Garuda dan tarian lembut Sang Saka Merah Putih.