0

My Second Taylor Swift : Michelle Branch

Okay, you know that I really fond of Taylor Swift’s country music. Well, I like country music, Especially if the singer is female. Today, I’ve been listening to another great singer named Michelle Branch. And the good part is, she’s part Indonesian. Pretty cool isn’t it?

If you are a swiftie, just like me, you’ll like her songs too. Because, if you listen it carefully, and compare to Taylor’s, their songs (Michelle and Taylor) are almost same.Besides, she’s pretty beautiful too.

If you wanna hear some, here I give you the link :

Crazy Ride (it’s my fav)

All You Wanted

Breathe

Everywhere

Sooner or Later

(to download those songs, just right-click on your mouse, and choose “Save Link As..”, and they will be yours)

🙂

ImageImage

 

0

Resensi Novel Fantasi : A Bartimeaus Novel, “Cincin Solomon”

Novel ini bukan termasuk novel baru, sih. Tapi akan jadi baru jika kita baru saja mengetahuinya.   🙂

Plot cerita :

Seorang jin bernama Bartimeaus adalah jin yang pandai bersilat lidah untuk meraih kebebasannya. Setelah “memakan” majikannya, ia pun dijadikan budak lagi oleh seorang penyihir bawahan Raja Solomon. Raja Solomon memang terlihat seperti raja yang baik, tapi sebenarnya, itu hanyalah sampul penipu. Dia tidak sebaik yang orang-orang pikirkan. Setidaknya, begitulah pikir gadis tujuh belas tahun dari Sheba yang bernama Asmira. Dia  ditugasi Ratu Balkis untuk membunuh Raja Solomon beserta Cincinnya yang menakutkan itu. Walau Asmira bukanlah penyihir, ia adalah kapten pengawal yang sangat berbakat, cerdas dan cantik.  Bersama Bartimeaus, Asmira memafaatkan kecantikan dan kecerdasannya untuk mendekati Raja Solomon yang sudah menyengsarakan negerinya, Sheba.

. Image

0

Kini aku sadar, bahwa aku adalah manusia Indonesia

Ada saat ketika aku membencimu

Ada saat ketika aku mengumpat mengapa aku harus terlahir sebagai seorang Indonesia

Terkadang aku teramat kesal ketika melihat pemain sepak bolamu yang seolah tak peduli akan gawangnya.

Terkadang aku merasa malu ketika aku berkata, “Aku berasal dari Indonesia”

Berharap aku terlahir sebagai orang Inggris, yang dijuluki Matahari yang Tak Pernah Tenggelam

Berharap aku terlahir sebagai orang Amerika, yang menguasai teknologi dan segalanya di dunia

Berharap aku terlahir sebagai gadis pirang bermata biru dan berkulit putih kemerahan

Telingaku makin panas mendengar cacian orang-orangmu sendiri

Mereka hanya bicara, namun tak mau bertindak

Mereka hanya menyalahkan, namun tak mau disalahkan

Mereka tak mau menyadari, bahwa kejayaanmu bergantung kepada mereka

Dan aku termasuk dalam mereka

Aku sedih mengapa aku terlahir di sebuah negara di mana rakyatnya hanya bisa memaki dan pasrah

Hanya sedikit dari mereka yang mau tetap mempercayai saat

Ketika kau akan bangkit

Tapi lama-kelamaan kepercayaan itu akan luntur

Kepercayaan itu dilunturkan oleh kelompok manusia yang egois

Mereka pikir mereka yang paling benar

Membunuh seakan mereka tahu segalanya

Membunuh seakan mereka yang paling benar

Aku benci orang seperti itu

Kau tahu, aku menangis

Aku menangis dalam mimpi

Aku menangis dalam pelukan selimut

Aneh rasanya

Sebagai seseorang yang membencimu,

Mengapa aku harus menangisimu?

Mengapa aku tidak pergi dan berganti kewarganegaraan menjadi Belanda atau Jerman?

Aku tak bisa.

Aku tak sanggup untuk melakukan semua itu.

Seandainya rakyatmu sadar, bahwa kau terlalu indah untuk ditinggalkan

Kau terlalu banyak menyimpan memori yang sangat berharga

Aku adalah seorang gadis berambut hitam legam.

Berkulit sawo matang, bermata gelap.

Garuda, hei, Garuda, BANGUNLAH DARI TIDURMU!

Serukan kepada mereka, tentang pahlawan yang bersusah payah memeliharamu dalam penindasan.

Garuda, serukan kepada mereka sila ketiga

Jika perlu, ikat mereka semua menjadi satu seperti pohon beringin yang tumbuh di dadamu

Garuda, serukan kepada mereka sila pertama

Jika perlu, silaukan mereka dengan cahaya bintang yang menghiasi dadamu

Garuda, serukan kepada mereka sila kedua

Jika perlu, seruduklah mereka dengan banteng yang tinggal di dadamu

Garuda, serukan sila keempat dan kelima

Bagikan kepada mereka padi dan kapas yang sudah dirantai erat-erat

Buatlah kami sadar.

Keluarkan darah kami, dan tulang kami.

Satukan menjadi warna merah putih

Aku adalah gadis bodoh yang terlambat memahami semua ini

Tuhan menurunkan kita semua di bumi Nusantara karena Dia yakin

Bahwa kita bisa membuat Indonesia mampu menaklukan dunia

Biarpun kami pendek

Biarpun kami cokelat

Biarpun mata kami tak indah

Biarpun kami bodoh

Jangan pernah meremehkan semangat kami.

Jangan pernah meremehkan Burung Garuda kami.

Darah pejuang mengalir deras di setiap pembuluh vena dan arteri kami.

Suatu saat, kami akan berseru, untuk kedua kalinya

“INDONESIA MERDEKA”

Diiringi kepakan sayap Garuda dan tarian lembut Sang Saka Merah Putih.